Sinergisitas kesejahteraan meterial dan spiritual dalam keluarga muslim

Materi NO….Materi untuk Ibadah YES…..Kesejahteraan hidup menjadi salah satu indikator dari keluarga bahagia (sakinah), sebab kesejahteraan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari simbol kebahagiaan keluarga. Walaupun demikian, keluarga bahagia (sakinah) yang digambarkan oleh ajaran Islam tidak menganut falsafah matrialisme, yaitu pandangan yang menganggap bahwa kebahagiaan tertinggi terletak pada penguasaan harta benda yang sebanyak-banyanknya dengan berbagai cara yang mungkin tidak dibenarkan Islam. Bagi keluarga bahagia, penguasaan terhadap harta benda senantiasa dilandasi oleh dimensi spiritualitas dalam pencapaian dan penggunaan harta benda tersebut untuk pemenuhan kebutuhan keluarga.

Menurut Islam, kesejahteraan yang ingin dicapai oleh keluarga bahagia (sakinah) adalah kebahagiaan yang bersinergi antara kesejahteraan meterial dan spiritual. Karena itu, usaha dan kerja keras untuk meraih kesejahteraan kebedaan bagi keluarga harus diletakkan pada bingkai ajaran Islam supaya semua derap langkah pencarian rizki bernilai ibadah di hadapan Allah. Keluarga bahagia (sakinah) harus bekerja keras, memiliki etos kerja yang tinggi dalam setiap usaha perbaikan ekonomi keluarga, dan harus mempunyai loyalitas yang tinggi dengan pemenuhan ekonomi keluarga, sebab Islam melarang ummatnya meninggalkan keluarga yang lemah di hari esok. Ajaran Allah tentang pencarian nafkah keluarga yang benar, yaiut agar semua mekanisme dalam meningkatkan taraf hidup keluraga berada dalam nawaitu dan semangat ibadah kepada Allah swt.

Hal yang perlu diwaspadai oleh keluarga bahagia (sakinah) sehubungan dengan kesejahteraan hidup adalah jangan sampai kehadiran berbagai macam fasilitas  hidup yang menyenangkan akan membawa pada kelalaian untuk beribadah dan mengingat pada Allah sebagai pemberi rizki, jangan menjadi angkuh dan riya karena terpenuhinya segala kebutuhan hidup, dan berbangga-bangga dengan anak keturunan yang telah kaya dan sukses. Bahkan, jika tidak terkontrol dengan baik, harta benda dan kemewahan hidup itu akan menjadi malapetaka yang maha dahsyat membawa kesengsaraan dan kehancuran bagi semua anggota keluraga di dunia dan akhirat. Hal ini dingatkan oleh Allah dalam al-Qur’an surat al-Munafiqun ayat 9, yaitu

يا ايها الذ ين امنوا لا تلهكم اموا لكم ولا اولا اَ وْلاَدُ كُمْ ان ذكرالله

Artinya:Hai orangorang yang beriman janganlah harta benda dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah Swt”………Dinuz Family in Palu.

About saepudinmas

article, photo, hobby, music, education, experience
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s