Pembinaan Pendidikan Keluarga Muslim yang Sakinah

Keluarga sebagai unit sosial terkecil dalam masyarakat merupakan lingkungan budaya pertama dan utama dalam rangka menanamkan norma agama dan mengembangkan berbagai k perilaku yang dianggap penting bagi kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat di masa depan.

Model dan gaya hidup sebuah keluarga banyak bergantung pada tingkat pendidikan dan penghayatan anggotanya terhadap norma agaman dan hukum yang berlaku. Masyarakat yang mayoritas penduduknya kaum terdidik akan relatif bertenggang rasa dan bertanggungjawab dibandingkan dengan masyarkat yang tidak terdidik ketika berintraksi sosial dengan masyarakat luas, masyarakat religius akan lebih agamis merefleksikan perkataan dan tindakan dalam kehidupan sosial-kemasyarakatan dibandigkan dengan masyarakat abangan, dan masyarakat industri akan lebih berjois dalam bergaya hidup dibandingkan dengan masyaraktat agraris.

Dalam buku The National Studi on Family Strength, Nick dan De Frain mengemukakan beberapa hal tentang pegangan menuju hubungan keluarga yang sehat dan bahagia, yaitu:

  1. Terciptanya kehidupan beragama dalam keluarga;
  2. Tersedianya waktu untuk bersama keluarga;
  3. Interaksi segitiga antara ayah, ibu dan anak;
  4. Saling menghargai dalam interaksi ayah, ibu dan anak;
  5. Keluarga menjadi prioritas utama dalam setiap situasi dan kondisi.

Seiring kriteria keluarga yang diungkapkan di atas, Sujana memberikan beberapa fungsi pada pendidikan keluarga yang terdiri dari fungsi biologis, edukatif, religius, protektif, sosialisasi dan ekonomis. Dari beberapa fungsi tersebut, fungsi religius dianggap fungsi paling penting karena sangat erat kaitannya dengan edukatif, sosialisasi danprotektif. Jika fungsi keagamaan dapat dijalankan, maka keluarga tersebut akan memiliki kedewasaan dengan pengakuan pada suatu sistem dan ketentuan norma beragama yang direalisasikan di lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Penanaman akidah sejak dini telah dijelaskan dalam al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 132 yang berbunyi:

ووصىبها إبراهيم ببنيه ويعقوب‘ يا بني إنالله إصطفى لكم الدين فلا تموتن إلا وأنتممسلمون

Artinya:Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapankepada anak-anaknya, demikian juga Ya’kub. Ibrahim berkata: haianak-anakku, sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, makajanganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Islam.”

Secara garis besar pola pembinaan pendidikan dalam keluarga (sakinah) dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:

a. Pembinaan Akidah dan Akhlak; Mengingat keluarga dalam hal ini lebih dominan adalah seorang anak dengan dasar-dasar keimanan, ke-Islaman, sejak mulai mengerti dan dapat memahami sesuatu, maka al-Ghazali memberikan beberapa metode dalam rangka menanamkan aqidah dan keimanan dengan cara memberikan hafalan. Sebab kita tahu bahwa proses pemahaman diawali dengan hafalan terlebih dahulu (al-Fahmu Ba’d al-Hifdzi). Ketika menghafalkan dan kemudian memahaminya, akan tumbuh dalam diri anak sebuah keyakinan dan pada akhirnya membenarkan apa yang diayakininya. Bukankah anak-anak kita adalah tanggungjawab orangtua yang akan diminta pertanggungjawabannya kelak sebagaimana yang telah Allah peringatkan dalam al-Qur’an yang berbunyi:

يا أيهاالذين أمنوا قوا انفسكم وأهليكم نارا

Artinya: “Jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari panasnya siksaan api neraka.”

Muhammad Nur Hafidz merumuskan empat pola dasar dalam pendidikan keluarga, yaitu; Pertama, senantiasa membacakan kalimat Tauhid pada anaknya.  Kedua, menanamkan kecintaan kepada Allah dan Rasulnya. Ketiga, mengajarkan al-Qur’an. Keempat menanamkan nilai-nilai pengorbanan dan perjuangan untuk dirinya dan orang lain. Akhlak adalah implementasi dari iman dalam segala bentuk perilaku, pendidikan dan pembinaan akhlak anak. Keluarga dilaksanakan dengan contoh dan teladan dari orang tua. Perilaku sopan santun orang tua dalam pergaulan dan hubungan antara ibu, bapak dan masyarakat. Dalam hal ini Benjamin Spock menyatakan bahwa setiap individu akan selalu mencari figur yang dapat dijadikan teladan ataupun idola bagi mereka.

b. Pembinaan Intelektual; Pembinaan intelektual dalam keluarga memgang peranan penting dalam upaya meningkatkan kualitas manusia, baik intelektual, spiritual maupun sosial. Karena manusia yang berkualitas akan mendapat derajat yang tinggi di sisi Allah sebagaimana firman Allah dalam surat al-Mujadalah yang berbunyi:

يرفعالله الذين آمنوا منكم والذين أوتواالعلمدرجات

Artinya:Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berilmu diantara kalian beberapa derajat.

Nabi Muhammad juga mewajibkan kepada pengikutnya untuk selalu mencari ilmu sampai kapanpun sebagaimana sabda beliau yang berbunyi:

طلبالعلم فريضة على كل مسلم ومسلمة

Artinya: “Mencari ilmu adalah kewajiban bagi muslim dan muslimat.

c. Pembinaan Kepribadian dan Sosial; Pembentukan kepribadian terjadi melalui proses yang panjang dalam pemdidikan keluarga. Proses pembentukan kepribadian ini akan menjadi lebih baik apabila dilakukan mulai pembentukan produksi serta reproduksi nalar tabiat jiwa dan pengaruh yang melatarbelakanginya. Mengingat hal ini sangat berkaitan dengan pengetahuan yang bersifat menjaga emosional diri dan jiwa seorang anak.

Kewajiban orang tua untuk menanamkan pentingnya memberi kepribadian yang baik bagi anak didik yang relatif masih muda dan belum mengenal pentingnya arti kehidupan berbuat baik. Hal ini cocok dilakukan pada anak sejak dini agar terbiasa berprilaku sopan santun dalam bersosial dengan sesamanya. Untuk memulainya, orang tua bisa dengan mengajarkan agar dapat berbakti kepada orang tua agar kelak si anak dapat menghormati orang yang lebih tua dari dirinya….Dinuz Family in Palu.

About saepudinmas

article, photo, hobby, music, education, experience
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s