Cinta menjadi tali pengikat dan magnet penarik kasih sayang suami-istri

Cinta yang selalu terpelihara dengan baik akan melahirkan energi yang mampu mengantarkan keluarga bahagia (sakinah) pada puncak kebahagiaan dan keharmonisan yang sejalan dengan nilai ajaran Islam di dunia dan akhirat. Suami yang mencintai isterinya akan mudah melakukan kebaikan bahkan berusaha memfasilitasi isterinya agar mampu maju mengiringi keadaan zaman yang terjadi, seperti jaminan kenyamanan perasaan, keamanan fisik, dan jaminan jasa kehidupan yang lainnya agar isterinya tampil dengan baik di hadapan anak-anak dan masyarkatnya. Demikian pula sebaliknya, isteri yang mencintai suaminya akan memberikan pelayanan yang terbaik, baik dalam keadaan senang ataupun susah karena bobot rasa cinta antara suami-suami terikat dengan proses mencintai dan dicintai, yaitu proses memberikan kebaikan dan menerima kebaikan. Hal tersebut sejalan dengan firman Allah dalam al-Qur’an surat an-Nisa ayat 19, yaitu:

وعا شر و هن با لمعرو ف فا ن كر هتمو هن فعسى ان تكر هوا شيئا ويجعل الله فيه خيرا كثيرا

Artinya: “Dan bergaulah dengan mereka secara patut (baik) kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, maka bersabarlah karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.”

Rasa cinta antara suami-isteri harus disiram setiap hari seperti menyiram bunga di dalam pot dengan cara saling menanamkan kebaikan-kebaikan yang bisa menjadi tali pengikat dan magnet penarik kasih sayang antara keduanya. Pastikan dalam setiap diri pribadi suami-isteri terdapat akhlak mulia, sehingga menjadikan keduannya tetap saling mencintai dan saling mendambakan sepanjang masa sampai akhir waktu yang memisahkan kehidupan keduanya.

Menurut ajaran Islam, isteri adalah amanah dari Allah untuk suami, kehidupan rumah tangga merupakan amanah suami pada isteri, dan anak-anak sebagai amanat Allah untuk kedua orang tua, maka semua amanah itu harus diperlakukan dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan agama Islam agar mampu mengantar keluarga pada keselamatan dunia dan akhirat. Oleh karena itu, dalam kehidupan keluarga harus dibangun sikap amanah yang saling bersinergi antara semua anggota keluarga sehingga dapat mengurangi sikap saling mencurigai dalam berkata dan bertindak….Dinuz Family in Palu.

 

About saepudinmas

article, photo, hobby, music, education, experience
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s